Temuan ini mengungkapkan adanya sebuah struktur medan magnet yang
menyediakan kesempatan lolos bagi partikel-partikel yang disedot oleh
black hole.
Ilustrasi : Medan magnet tengah menyemburkan partikel
yang akan terjerumus ke lubang hitam Cygnus X1.
Dari pengamatan, beberapa ratus kilometer dari pusat lubang hitam,
ruangan di sekitar merupakan kawasan penuh badai partikel dan radiasi.
Badai raksasa yang terdiri dari partikel jatuh ke dalam lubang hitam
dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Akibatnya, temperatur naik
ke angka jutaan derajat Celcius.
Umumnya, dibutuhkan hanya satu milidetik saja bagi partikel untuk
mencapai titik tersebut. Namun kini astronom mendapati bahwa kawasan
yang bergejolak itu juga memiliki medan magnet yang menyediakan jalan
keluar bagi partikel yang terhisap.
“Temuan adanya emisi yang terpolarisasi dari pancaran black hole adalah
temuan unik,” kata Christoph Winkler, Integral Project Scientist ESA,
seperti dikutip dari Cosmosmagazine. “Ini pertama kalinya medan magnet
teridentifikasi sangat dekat dengan lubang hitam,” ucapnya.
Penemuan itu sendiri diawali ketika Philippe Laurent, ketua tim peneliti
dari Institute for Research into the Fundamental Laws of the Universe
(IRFU) di Perancis tengah mengamati black hole Cygnus X-1.
Ketika itu, Laurent dan rekan-rekannya melihat bahwa ia sedang
menggerogoti sebuah bintang yang ada di dekatnya dan “memakan” gas milik
bintang itu.
Dari bukti yang mereka temukan, terungkap bahwa medan magnet yang ada
cukup kuat untuk merebut sebagian partikel dari gaya gravitasi raksasa
milik lubang hitam dan melemparkannya ke luar, membuat sebuah semburan
partikel ke ruang angkasa bebas.
“Kami perlu menggunakan hampir seluruh pengamatan yang telah dibuat oleh
Integral terhadap Cygnus X-1 untuk melakukan pendeteksian ini,” kata
Laurent. “Kami belum mengetahui persis bagaimana partikel yang jatuh
diubah menjadi semburan.
Masih banyak perdebatan yang terjadi di kalangan pengamat, dan
penelitian lebih lanjut akan membantu membuat kesimpulan,” ucap Laurent.
Sebelum ini, semburan di sekitar black hole pernah ditangkap oleh
teleskop radio, namun observasi seperti itu tidak bisa melihat black
hole dalam detail yang cukup untuk mengetahui seberapa dekat black hole
itu dengan sumber semburan. “Ini membuat penelitian integral menjadi
sangat berharga,” ucap Laurent.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar